Cuplikan Chapter ini
Matahari sore merayap perlahan ke peraduan memancarkan bias cahaya keemasan yang menembus celah-celah jendela kaca ruang keluarga rumah Ghazy dan Samaira Suasana di dalam rumah mungil itu terasa begitu hangat tenang dan dipenuhi oleh keheningan yang menyejukkan jiwa Waktu berjalan begitu cepat tanpa terasa dinding-dinding rumah yang dulunya sempat kosong kini dipenuhi oleh cerita bingkai foto kebersamaan serta tawa renyah sang buah hati yang kini telah tumbuh menjadi anak cerdas berus