Cuplikan Chapter ini
Matahari baru saja merayap naik memancarkan bias cahaya keemasan yang menembus celah-celah ventilasi kayu di ruang utama Sanggar Lentera Harapan Pagi ini udara terasa pengap dan dipenuhi oleh ketegangan yang kasat mata Sejak subuh tadi para warga rumah susun dan pengurus sanggar telah berkumpul dalam lingkaran kecil Wajah-wajah lelah cemas dan diliputi ketidakpastian tampak jelas menghiasi setiap sudut ruangan Di halaman depan suara bising mesin truk pengangkut alat berat milik peru