Cuplikan Chapter ini
Malam baru saja merangkak naik membawa hawa dingin sisa hujan sore yang mengguyur kawasan pemukiman sederhana di sudut kota Di ruang tengah Sanggar Lentera Harapan lampu neon putih menerangi ruangan yang dipenuhi oleh tumpukan berkas hukum dokumen tata kota serta peta sengketa lahan yang baru saja dikirimkan oleh juru sita siang tadi Suasana di dalam ruangan terasa begitu pekat dan menyesakkan seakan oksigen di dalamnya tersedot habis oleh ketegangan yang belum juga mereda sejak mataha