Cuplikan Chapter ini
Pagi hari di kawasan kaki Gunung Manglayang menyambut dengan pancaran cahaya matahari keemasan yang menembus sela-sela dedaunan pinus mengusir sisa-sisa kabut tipis yang menggantung di udara Suasana di sekitar kediaman Ghazi Arkana dan Samaira terasa begitu segar tenang dan dipenuhi oleh kedamaian yang seolah membayar lunas segala badai kecemasan yang mendera berminggu-minggu sebelumnyaDi teras depan rumah aroma harum masakan tradisional bercampur dengan wangi teh melati menyebar lembut