Cuplikan Chapter ini
Malam sepertiga akhir merangkak pelan membawa keheningan yang begitu pekat ke seluruh sudut kota Di dalam kamar kecilnya yang sederhana Samaira duduk bersila di atas sajadah beludru berwarna hijau tua yang mulai pudar di bagian tepinya Cahaya lampu kamar dipadamkan hanya menyisakan pijar temaram dari lampu tidur kecil di sudut ruangan yang memantulkan bayangan lembut di dinding putih polos Udara malam yang sejuk menyusup lewat jendela nako yang terbuka sedikit membawa aroma embun pagi