Cuplikan Chapter ini
Matahari sore merayap perlahan ke ufuk barat memancarkan bias cahaya keemasan yang menembus celah-celah ventilasi ruang tamu rumah Ghazy dan Samaira Suasana di dalam rumah mungil itu terasa begitu senyap dan menenangkan diiringi oleh hembusan angin sepoi-sepoi yang membawa kesejukan setelah hujan gerimis sempat mengguyur kawasan perumahan tersebut beberapa jam yang lalu Udara beraroma basah bercampur wangi lembut daun teh hijau yang baru saja diseduh di atas meja kayu jatiDi sudut ruanga