Cuplikan Chapter ini
Malam di ruang tamu kediaman Ghazi Arkana dan Samaira menyuguhkan keheningan yang kontras dengan hiruk-pikuk sidang gugatan perdata di Pengadilan Negeri Bandung siang tadi Lampu dinding berona kuning temaram memancarkan cahaya lembut yang memantul di atas rak buku arsitektur dan tumpukan dokumen hukum yang berserakan rapi Udara malam pegunungan merayap lewat celah ventilasi membawa aroma kayu basah dan sisa wangi teh jahe yang mengepul di atas meja kecil berukir jatiSamaira duduk bersimpu