Cuplikan Chapter ini
Malam di kaki Gunung Manglayang merangkak turun dengan keheningan yang pekat dan selimut kabut putih yang merayap lambat di antara batang-batang pohon pinus Suhu udara pegunungan merosot tajam hingga belasan derajat Celsius menciptakan embun tipis yang membeku di kaca jendela rumah kayu sederhana milik Ghazi Arkana dan Samaira Di dalam rumah mungil yang hangat itu pencahayaan berasal dari lampu pijar kuning temaram memantulkan bayangan lembut di dinding kayu mahoni dan rak-rak buku arsit