Cuplikan Chapter ini
Sore di kota Bandung merangkak pelan membawa angin lembap dari celah-celah gedung beton yang mulai menyalakan lampu pijar kuning keemasan Di sebuah galeri arsitektur minimalis berlantai dua bernama Riksa Buana aroma kayu mahoni yang baru dipelitur berpadu dengan wangi teh chamomile hangat Tempat itu bukan sekadar studio desain biasa ia adalah ruang kontemplasi bagi Ghazy Arkana seorang arsitek lansekap berusia tiga puluh dua tahun yang memandang setiap garis kontur bumi sebagai ayat-aya