Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi menembus celah jendela kaca ruang sidang lantai dua sebuah gedung perkantoran independen di pusat kota memancarkan bias cahaya keemasan yang jatuh tepat di atas meja kayu mahoni berukuran besar Jam dinding marmer di sudut ruangan menunjukkan pukul delapan lewat lima belas menit Udara pagi terasa sejuk akibat embusan pendingin ruangan yang berpadu dengan aroma kertas arsip baru dan wangi teh hijau hangat yang tersaji di dalam cangkir keramik putih Suasana di dalam ruangan ter