Cuplikan Chapter ini
Malam di ruang tamu kediaman Ghazi Arkana dan Samaira di kaki Gunung Manglayang merangkak lambat dengan ketegangan yang masih menyengat udara Di luar rumah badai hujan deras disertai petir menggelegar menghantam atap seng dan menderu pepohonan pinus tanpa henti Di dalam ruangan yang diterangi lampu temaram tumpukan berkas investigasi forensik digital transkrip rekaman suara dan salinan bukti aliran dana suap sindikat korporasi berserakan di atas meja kerja kayuSudah tiga hari berturut-