Cuplikan Chapter ini
Malam qiyamul lail baru saja mereda di sudut ruangan rumah minimalis yang kian hari kian terasa penuh berkah Jam dinding menunjuk pukul tiga dini hari memancarkan detak pelan di tengah keheningan kota yang tertidur lelap Udara sejuk sisa embun subuh merayap masuk lewat ventilasi jendela kamar utama berpadu dengan aroma sisa kayu gaharu yang dibakar perlahan dari sudut meja hias Di atas sajadah panjang berwarna hijau lumut yang terbentang berdampingan Ghazy dan Samaira duduk bersila dala