Cuplikan Chapter ini
Malam baru saja merangkak naik membawa serta hawa dingin khas pegunungan yang menusuk hingga ke tulang sumsum di sebuah rumah tua berarsitektur kolonial di pinggiran kota Jam dinding antik berbandul kayu di ruang tengah berdetak monoton menunjukkan pukul 2115 WIB Di luar rintik hujan mulai turun dengan sabar mengetuk-ngetuk kaca jendela kaca patri yang menampilkan bias cahaya lampu kekuningan dari dalam ruangan Rumah itu biasanya hangat dipenuhi oleh aroma teh melati dan suara tawa r