Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Seribu Matahari Pagi
Suka
Favorit
Bagikan
12. ACT 2. Terbiasa Bersama (Hal. 60 - 66)

50        INT. TOSERBA NENEK. 18.00 WIB.

Dipa memilih snack camilan. Jantari sedang membantu nenek menghitung uang receh di meja kasir.

 

JANTARI

Udah belom sih, Dip? Gue masih harus nyalain lampu rumah nenek.

 

Dipa berlari tergopoh-gopoh sambil memeluk beberapa bungkus keripik.

 

JANTARI (CONT’D)

Gila, mau elo makan semua?

 

DIPA

Sama elo lah. Kan nonton filmnya sama elo.

 

NENEK

Sini. Sini. Udah nggak usah berantem.

 

Nenek memasukkan snack-snack keripik itu ke dalam tas plastik hitam.

 

NENEK (CONT’D)

Makan di tempat Jantari lagi, Dipa? Sambil mau nonton film?

 

Dipa mengangguk.

 

NENEK (CONT’D)

Nggak bawa motor sekarang?

 

Dipa menggelang.

 

DIPA

Nggak, nek. Tadi naik bus kota bareng Jantari.

 

NENEK

Nitip Jantari ya..

 

Nenek mengerling ke arah Jantari yang sedang membuka lemari pendingin; mengambil dua kaleng coca-cola. Dipa mengangguk. Nenek tersenyum sambil mengulurkan kantong plastik pada Dipa.

 

CUT TO:

 

51        INT. RUANG TENGAH RUMAH JANTARI. 19.30 WIB.

Pintu depan dibiarkan terbuka. SFX. Suara Film Boogeyman. Jantari dan Dipa duduk di sofa depan TV seperti biasanya. Masing-masing sudah menyelesaikan makan malam. BCU. Piring kosong tergeletak di meja. Snack-snack keripik terbuka. Dua kaleng coca-cola terbuka. CAMERA FOLLOW. Wajah Jantari dan Dipa yang fokus memandang ke arah TV. Adegan horor di film.

 

Dipa mengerling ke arah Jantari. Ia ingin tahu bagaimana reaksi Jantari melihat adegan menyeramkan. Tapi, gadis itu tidak berjengit atau ketakutan sama sekali. Matanya nampak sangat fokus menonton tiap adegannya. Ia nampak begitu cantik di mata Dipa.

 

DIPA

Elo kok bisa sih nonton film horor dengan wajah begitu?

 

Jantari menengok ke arah Dipa dengan tidak peduli.

 

JANTARI

Wajah seperti apa?

 

DIPA

Seperti itu…

 

Dipa mengode dengan dagunya.

 

JANTARI

Ehm?

 

DIPA

Dengan cantik..

 

Jantari mengerutkan alis; memandang Dipa dengan senyum mengejek.

 

JANTARI

Nggak usah aneh deh lo..

 

Dipa terdiam. Ia menahan diri untuk tidak berkomentar lagi.

 

DIPA (V.O)

Jantari tidak pernah menyadari betapa cantiknya dirinya..

CAMERA PAN TO. Sudut mata Dipa yang memandangi Jantari. Jantari yang masih memandang TV tanpa menyadari pandangan Dipa yang tertuju padanya.

 

CUT TO:

 

52        INT. PERPUSTAKAAN SEKOLAH. DAY.

 

Bu Laili sedang menumpuk buku-buku yang baru dikembalikan sambil bersenandung kecil di mejanya. Jantari duduk di salah satu meja. Tidak ada orang lain di perpustakaan selain mereka berdua. SFX. Suara detak jam dan kipas angin tua di langit-langit. Jantari membuka-buka buku kumpulan puisi untuk tugas kelas bahasa Indonesia. CAMERA FOLLOW. Langkah kaki Dipa yang masuk ke dalam perpustakaan. CAMERA PAN TO. Kantong plastik hitam di tangannya. Jantari dan Bu Laili mendongak, memandang Dipa. Dipa melambaikan tangan ke arah Jantari.

 

DIPA

Jan!

 

BU LAILI

Ssst..

 

Dipa membungkukkan badan sebentar, malu.

 

DIPA

Eh, iya, bu, maaf, lupa di perpustakaan..

 

Bu Laili geleng-geleng kepala lalu kembali menumpuk buku-buku. Dipa bergerak cepat ke meja Jantari.

 

JANTARI

(Berbisik) Apaan sih, lo?

 

Dipa duduk di kursi samping Jantari.

 

DIPA

Oh, jadi, sekarang elo udah nggak nyuekin gue di sekolah?

 

Jantari mendesah, kembali membaca buku di depannya.

 

DIPA (CONT’D)

Gue punya sesuatu nih..

 

JANTARI

Apaan lagi, sih?

 

DIPA

Film horror.

 

Jantari menoleh, tertarik.

 

DIPA

Tar gue nonton tempat elo ya?

 

JANTARI

Gue nanti ada broadcast.

 

DIPA

Gue tungguin deh..

 

Jantari menghelas napas.

 

JANTARI

Terserah elo deh..

CUT TO:

 

53        INT. RUANG SIARAN BROADCAST. NOON.

Jantari berada di balik kaca. BCU. Headset besar terpasang di kepalanya; menutupi telinganya. CAMERA PAN TO. Layar komputer di meja siaran; di depan Jantari. Winamp menunjukkan urutan lagu yang akan diputar. SFX. Suara lagu ‘Seberapa Pantas’ oleh SO7 yang semakin lirih.

 

JANTARI

Iya, itu lagu terakhir dari siaran gue hari ini. Semoga teman-teman merasa terhibur yaa. Selamat sore. Stay Tune ya di FourtySix FM. Gue, your Jantari undur diri. Bye..

 

Jantari melepas headset dan menaikkan volume musik lagu berikutnya. Dia memandang ke arah jam dinding. Menelengkan kepalanya sambil memejamkan mata.

 

CAMERA PAN TO. Wajah Dipa yang memandangi Jantari. Ia duduk di kursi di luar ruang siaran (ruangannya disekat kaca). Beberapa teman Jantari yang mengantri untuk siaran segmen berikutnya memandangi Dipa dengan heran. Beberapa yang hanya nongkrong di ruang ekskul Broadcast juga merasa penasaran. Mereka duduk di kursi yang tersebar sembarangan. Dipa nampak tidak peduli.

 

COWOK #1

Elo anak baru itu ya? Kelas XI?

 

Cowok jangkung yang terbilang tampan mendekati Dipa. Di tangannya tergenggam beberapa lembar bahan untuk siaran.

 

COWOK #1 (CONT’D)

Elo yang dikasih pelajaran tambahan sama Jantari?

 

Dipa melongo; mengangguk.

 

DIPA

Kok elo tahu?

 

Cowok #1 tertawa. Jantari keluar ruangan siaran.

 

JANTARI

Eh, Rio. Ini Dipa. Itu.. yang nanya boleh nggak dia gabung ekskul kita?

 

Cowok #1 alias Rio (17) dengan cepat mengamati Dipa. Anak-anak yang lain juga mendadak diam dan mengamati Dipa.

 

RIO

Elo siaran juga di sekolah yang sebelumnya?

 

Dipa mengangguk.

 

RIO (CONT’D)

Posisi? Penyiar atau Music Director?

 

DIPA

Penyiar. Kadang nge-MD juga. Tergantung.

 

Semua mata sekarang tertuju pada Dipa. Rio dengan serius memandangi Dipa.

 

RIO

Elo sekolah di mana, sih, sebelumnya?

 

Dipa mengerjapkan mata; menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Jantari memandanginya, heran.

 

DIPA

Ehm.. itu nggak penting, kan?

 

Semua terdiam. CAMERA PAN TO. Mata Jantari yang terlihat penuh tanda tanya.

 

CUT TO:

 

Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar