Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Seribu Matahari Pagi
Suka
Favorit
Bagikan
3. ACT 2. Permintaan Viona (Hal. 11 - 17)

11  INT. KAMAR DIPA – NIGHT

 

TITLE OVER:

 

            TAHUN 2020

SFX. Lagu This is Such a Pity – Weezer berdentum dari stereo. CAMERA PAN TO. Punggung Dipa yang duduk di kursi kerjanya. BCU. Kamera DSLR di tangan Dipa. ZOOM IN. Dipa menggeser-geser hasil jepretan fotonya kemarin dengan jari telunjuknya.

 

Handphone-nya berdering. Dipa bangkit dari kursi kerjanya dan mengambil handphone-nya. CAMERA PAN TO. Komputer Dipa yang menyala. Ada foto setengah edit. BCU. Kotak email di pojok kanan bawah layar komputer. Notifikasi pesan belum dibuka.

 

DIPA

Oh, iya, mas. Besok hasil fotonya saya bawa, ya. Untuk fee-nya bisa kita bicarakan besok ya. Oke, mas. Terimakasih.

 

Dipa duduk di pinggir ranjang. Meletakkan handphone-nya yang berdering lagi. Mengangkatnya terburu-buru.

 

DIPA

Halo, Viona?

 

          INTERCUT WITH VIONA

 

VIONA

Jadi, elo udah nggak peduli, ya, sama hubungan kita ini, Dip? Bahkan setelah gue tinggalin gitu saja, elo tetep nggak ngehubungin gue seharian ini.

 

DIPA

Viona, sori. Gue tadi lagi ada urusan sama Nunu.

 

VIONA

Lo ngapain sih sama pengangguran itu lagi.

 

Dipa memotong perkataan Viona.

 

DIPA

Elo nggak boleh bilang gitu soal teman gue. Elo nggak layak ....

 

VIONA

Oh, jadi, sekarang gue nggak layak ngasih pendapat? Yaudah, jadi mau lo apa sekarang?

 

DIPA

Bukan gitu. Maksud gue, Nunu itu bukan pengangguran. Dia punya bisnis-

 

VIONA

Komik? Emangnya dia masih bocah? Buat apa, Dip?

 

DIPA

Elo nggak boleh gitu. Nunu itu temen gue.

 

VIONA

Temen lo. Bukan temen gue.

 

Dipa diam. Tangannya mengepal. Ia memandang bayangan dirinya dari jendela kamar tidurnya. SFX. Suara lagu dan dengung AC.

 

DIPA

Elo udah kelewatan, Viona.

 

VIONA

Elo yang kelewatan, Dip. Elo mau apa sih sebenarnya di hidup lo? Gue udah cukup ngertiin lo selama ini. Motret itu nggak seberapa. Oke, gue ngertiin. Elo sering telat. Oke, gue ngertiin. Gue nggak minta apa-apa dari lo, Dip. Cuma gue minta elo itu harusnya bisa ngerti posisi gue. Gue ini bukan orang sembarangan.

 

SFX. Suara ‘ding’ dari komputer Dipa. LONG SHOT. Dipa berdiri di balik jendela kamarnya.

 

TALKING HEAD DIPA

 

DIPA (V.O)

Benar, untuk apa sih ini semua? Kenapa aku mempertahankan hubungan ini? Apa sebenarnya yang aku cari? Nggak ada ....

 

INTERCUT TO:

 

12  INT. APARTEMEN VIONA. RUANG KERJA VIONA.

 

Viona duduk menghadap meja kerjanya. BCU. Laptop yang menyala. Kertas-kertas berserakan. CAMERA PAN TO. Tangan Viona memegang handphone. SFX. Loud speaker suara Dipa.

 

VIONA

Elo pikir, gue nggak capek, Dip? Gue juga capek. Elo itu, meski lagi sama gue, elo nggak pernah bener-bener sama gue. Kaya, elo itu mikirin orang lain.

 

PAUSE.

 

VIONA (CONT’D)

Elo itu nggak akan pernah berhasil dalam hubungan apa pun, Dip. Kalo elo nggak pernah bisa nyelesaiin masa lalu lo itu. Elo pikir gue nggak tahu, tapi gue tahu. Elo masih dibayangin masa lalu lo, Dip. Wake up, Dip. Elo itu masih belum siap buat hubungan dalam bentuk apa pun selama elo masih ngepikirin apa yang terjadi di masa lalu.

 

CUT BACK TO:

 

13  INT. KAMAR DIPA

 

LONG SHOT. Dipa berdiri di depan jendela kaca kamarnya. Tangannya memegang hape ditempelkan ke telinganya. SFX. Suara jangkring mengerik. Suara pelan musik dari stereo Dipa. Dengung AC.

 

          TALKING HEAD DIPA

 

DIPA (V.O)

Benarkah? Aku belum bisa terlepas dari bayang masa lalu? Apakah yang dikatakan Viona adalah sebuah kebenaran?

 

      VIONA (O.S)

Udahlah, Dip. Kita berdua putus saja. Atau, selesaiin dulu masa lalu elo itu. Baru elo boleh dateng ke gue.

 

Viona mematikan panggilan teleponnya. Dipa terdiam. Mematung.

 

DIPA (V.O)

Masa laluku yang mana?

 

DISSOLVE TO:

 

14   INT. RUANG BACA PERSEWAAN KOMIK NUGROHO – DAY

          

FLASHBACK. Bella duduk memegang cangkir kopi diletakkan di atas pahanya. Kakinya bergerak-gerak. Wajahnya menghadap ke bawah. Gugup. CAMERA PAN TO. Sepatu converse pink Bella.

 

NUGROHO

Jadi, maksudnya elo ke sini karena mau ketemu Dipa?

 

CLOSE UP. Mata terkejut Dipa. Wajah Bella yang menoleh pada Dipa. Jemari Dipa di lututnya. Posisi duduk Dipa bergeser, menghadap Bella. CAMERA FOLLOW. Mata Dipa, bergeser ke wajah gusar Nugroho, ke wajah Bella. BCU. Mata Bella. CLOSE UP. Bella mengangguk.

 

BELLA

Gue pikir Dipa bakal tahu. Kita semua kan ....

 

PAUSE. Bella menghela napas.

 

BELLA (CONT’D)

Ehm.. kita semua kan tahu kalau elo deket sama Jantari, Dip.

 

PAUSE. Bella menelan ludah. CLOSE UP. Leher Bella yang bergerak seiring ludahnya turun ke bawah.

 

BELLA (CONT’D)

Gue pikir nggak ada salahnya gue kemari. Siapa tahu ....

 

PAUSE. Bella melirik Dipa takut-takut.

 

BELLA (CONT’D)

Siapa tahu kalian masih berhubungan. Ya, kan?

 

Nugroho memelototkan mata. Berdecak. Memajukan tubuhnya ke arah Bella.

 

NUGROHO

Wow. Hipotesa yang bagus sekali, Bell. Sayangnya, Jantari kita itu yang ninggalin sahabat gue ini.

 

Dipa diam. CLOSE UP. Jari-jemarinya saling menggenggam di atas lututnya.

 

BELLA

Gue tahu, Nu. Tapi, gue nggak kepikiran orang lain lagi. Elo pikir Jantari nggak kesiksa harus ninggalin bocah ini?

 

Bella menuding Dipa. Dipa menengadah, menatap Bella. Matanya penuh tanda tanya.

 

DIPA

Apa maksudmu, Bell? Beri gue pencerahan.

 

BELLA

Itu emang udah di masa lalu, gue tahu, apa yang terjadi pada kalian. Tapi, bahkan hingga sekarang ....

 

PAUSE.

 

BELLA (CONT’D)

Bukan ... hingga beberapa minggu lalu, Jantari masih sering merhatiin foto-foto hasil jepretan lo, Dip.

 

Dipa melongo. Genggaman jemarinya merenggang.

 

DIPA

Bentar, gue nggak paham. Jadi, selama ini elo masih kontakan sama Jantari?

 

Bella mengangguk.

 

DIPA (CONT’D)

Selama ini dia di mana?

 

BELLA

Jakarta aja. Nggak ke mana-mana.

 

Dipa melongo. Nugroho melongo. Keduanya saling pandang.

 

NUGROHO

Elo serius, Bell?

 

Bella mengangguk.

 

BELLA

Serius. Jantari masih di sini-sini aja. Sampai beberapa minggu lalu ..

 

PAUSE. SFX. Suara adzan terdengar sayup-sayup.

 

BELLA (CONT’D)

Setahun lalu ayahnya meninggal. Gue pergi melayat. Kami jadi sering kontakan. Ibunya menikah lagi satu atau dua bulan lalu. Jantari sering menginap di tempat gue.

 

PAUSE. Bella mendesah.

 

BELLA (CONT’D)

Lalu, dia menghilang.

 

NUGROHO

Maksudmu, menghilang, dalam artian benar-benar menghilang, nggak nongol batang hidungnya?

 

Bella mengangguk.

 

BELLA

Nggak sama sekali. Gue khawatir. Terus, gue coba liat-liat laman website foto Dipa dan nemuin akun-akun kalian. Gue liat akun Nunu dan gue ke sini.

 

PAUSE. SFX. Suara deruman motor lewat di jalanan depan. Suara kipas angin bobrok. Grrk grrk. Dipa dan Nugroho mematung.

 

BELLA (CONT’D)

Gue kelewat khawatir, kalian tahu.

 

Bella menaruh cangkir kopinya di meja. SFX. ‘Klang’. CAMERA PAN TO. Punggung tangan Bella yang menutup wajahnya. SFX. Isak tangis Bella.

 

CUT BACK TO:

Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar