Cuplikan Chapter ini
Tersisa Danu seorang diri yang kini berdiri tegak di tengah-tengah pusat kegelapan rahim Pulau Sembah yang kian amblas Hujan badai belerang perlahan mereda namun hawa dingin yang menusuk tulang belakangnya terasa berkali-kali lipat lebih pekat Di hadapannya sisa-sisa kabut merah bergolak liar ditiup angin mistis yang keluar dari celah-celah tanah yang menganga ganjilNyai Winarsih muncul kembali dari dalam kegelapan terowongan rahasia dengan wujud manusianya yang kembali utuh secara ganji