Cuplikan Chapter ini
Nu di depan ada cahaya remang-remang seru Bagus dengan napas yang memburu parahLangkah kaki Bagus terasa semakin berat karena menahan bobot tubuh Intan yang kian mengeras menjadi batuDanu yang memimpin di depan segera mempercepat jalannya menembus ujung labirin terowongan gua karangMereka semua akhirnya keluar dan menghentikan langkah kaki di sebuah aula gua raksasa yang sangat luasLangit-langit gua itu begitu tinggi hingga tidak terjangkau oleh cahaya lampu minyak milik MurniHawa ding