Cuplikan Chapter ini
Setelah malam yang penuh dengan darah dan jeritan di bawah pohon kamboja fajar di Pulau Sembah menyingsing dengan warna abu-abu yang suram Kabut tidak benar-benar hilang ia hanya menipis menyisakan kelembapan yang lengket di kulit dan aroma tanah merah yang semakin menusuk Di dalam Villa Winarsih suasana mencekam itu belum berakhir meski Dodit telah kembali ke kamarnyaYayan telah menyeret Dodit kembali ke atas sebelum matahari terbit dengan tubuh yang sudah dibersihkan dari darah aya