Cuplikan Chapter ini
Danu menerjang sisa kabut merah di ujung lorong terowongan gua karang dengan napas terengah-engah Di belakangnya Bagus Murni Supri Dodit dan Intan berlari kencang tanpa berani menoleh ke belakangCelah lorong di samping altar pemujaan yang ditunjukkan oleh Yayan ternyata menembus ke sebuah dinding karang yang tampak buntu Danu segera meraba permukaan batu yang dingin dan bergetar halus tersebutTangan kanan Danu yang memegang kunci karatan Kurnia mendadak bergetar hebat saat menyentuh