Cuplikan Chapter ini
Pagi itu Pulau Sembah diselimuti kabut yang lebih tebal dari biasanya Bau kemenyan yang tajam merayap masuk ke celah-celah jendela villa memicu rasa pening yang luar biasa Di bawah di halaman tengah yang dikelilingi pohon kamboja Winarsih tampak sedang melakukan ritual rutinnya Asap putih membumbung dari anglo tanah liat menari-nari ditiup angin laut yang lembapDanu melihat kesempatan itu Sementara teman-temannya masih berkumpul di kamar Dodit yang sedang memulihkan dirimeski Dodit