Cuplikan Chapter ini
Malam di Pulau Sembah tidak lagi memiliki logika ruang dan waktu Setelah pengkhianatannya di aula villa Ijul berlari seperti orang kesetanan menembus rimbunnya hutan kamboja Napasnya tersengal paru-parunya terasa terbakar oleh udara malam yang dingin dan berbau busuk Ia tidak peduli pada ranting-ranting tajam yang menyabet wajahnya atau duri yang merobek jaket mahalnya Di kepalanya hanya ada satu kata LariNamun setelah hampir tiga puluh menit berlari sekuat tenaga Ijul berhenti deng