Cuplikan Chapter ini
Suasana di lantai dua Villa Winarsih semakin mencekam setelah insiden Dodit yang melukai dirinya sendiri Mereka semua kini berkumpul di kamar Murni dan Intan merasa bahwa berkelompok adalah satu-satunya cara untuk tetap waras Bau anyir darah Dodit seolah merembes melalui celah pintu bercampur dengan aroma dupa merah yang dibakar Winarsih di lantai bawahMurni duduk meringkuk di atas tempat tidur menutupi telinganya dengan bantal Wajahnya yang biasanya tenang kini dipenuhi kecemasan yang