Cuplikan Chapter ini
Gus jangan berhenti Langkah kaki Yayan makin dekat di belakang kita teriak Murni memecah keheningan malam yang pekat di ujung hutan tengahBagus terus memacu sisa energi di kedua kakinya sambil menggendong tubuh Intan yang kian terasa seberat batu karang Di samping mereka Dodit berlari terseok-seok menembus kabut merah yang keluar dari sela-sela pepohonan kamboja mati Terpisah jauh dari Danu dan Supri di area rawa bawah tebing membuat rombongan kecil ini didera kecemasan yang luar biasa