Cuplikan Chapter ini
Gemuruh dari dasar bumi Pulau Sembah terdengar seperti erangan raksasa yang sedang sekarat Di atas tanah merah yang lembap dan dingin ketujuh alumni Unas akhirnya berkumpul kembali dalam kepungan kabut hitam pekat Langkah kaki Bagus bergoyang hebat saat memapah tubuh kaku Intan yang kakinya telah menjadi kayu kamboja sepenuhnya Di sampingnya Dodit mencoba menahan raga Ijul yang bersimbah darah akibat cambukan gaib Winarsih Sementara itu Supri hanya bisa berdiri mematung sambil meracauk