Cuplikan Chapter ini
Bau belerang dan asam yang pekat merayap naik dari permukaan rawa merah yang kini airnya sudah setinggi pinggang Kabut merah yang turun dari atas bukit mengunci jarak pandang Danu dan Supri menjadi teramat sempit Udara terasa begitu pengap membuat setiap tarikan napas terasa seperti menghirup debu sisa pembakaran yang panasAir rawa di sekeliling mereka tidak lagi dingin cairan pekat yang sewarna dengan darah kental itu mulai memancarkan rasa hangat yang ganjil disusul rasa perih yang p