Cuplikan Chapter ini
Air laut hitam bercampur lumpur merah terus merangsek naik dari segala arah pantai Pulau Sembah Hancurnya sekoci darurat milik Pak Atep memaksa Bagus untuk segera memimpin rombongan kecilnya melarikan diri Mereka tidak lagi memiliki jalur pelarian lewat lautan yang bergolak gila menyerupai rawa raksasa Satu-satunya tempat yang masih berdiri kokoh adalah puncak tebing batu di bagian utara pulauBagus membetulkan posisi gendongan tubuh kayu Intan mengabaikan rasa perih di tulang belikatnya