Cuplikan Chapter ini
Langkah kaki mereka berenam berdebam berat di atas jalan setapak yang dipenuhi akar kamboja meliuk ganjil Bagus memimpin di depan napasnya memburu kasar dengan tubuh yang basah kuyup oleh keringat dingin Di punggungnya Intan terus merintih kesakitan Kakinya yang sempat membatu di hutan bambu kini terasa sedingin es meninggalkan rasa ngilu yang menusuk setiap kali Bagus melompat menghindari rekahan tanah basahGus pelan-pelan Intan hampir pingsan di punggung lo teriak Murni dari belak