Cuplikan Chapter ini
Langkah kaki Danu menghantam permukaan tanah merah dengan brutal Setiap jengkal daratan di bawah kakinya seolah berdenyut memancarkan hawa busuk yang kian pekat dan anyirDi tangan kanannya obor minyak tanah menyala-nyala lidah apinya yang berwarna biru kehijauan meliuk-liuk ekstrem ditiup angin badai Sementara tangan kirinya terus mencengkeram kotak kayu hitam yang kini suhunya sudah melebihi arang membara membakar kulit telapak tangannya hingga melepuh dan mengelupas parahTujuannya