Cuplikan Chapter ini
Hawa dingin yang teramat pekat merangsek masuk melalui celah palka baja Van Deventer yang hancur Lantai labirin bawah tanah yang semula berupa batu karang keras kini melunak total berdenyut menyerupai permukaan organ dalam dari makhluk raksasa yang sedang sekaratKeenam alumni Unas berjalan terseok-seok memapah Supri yang masih terus meracaukan rentetan angka acak tanpa henti Bau busuk bunga kamboja bercampur anyir darah segar mendadak memadat di udara mengunci jalur pelarian mereka men