Cuplikan Chapter ini
Suasana pasca-histeris Supri meninggalkan luka mental yang dalam bagi kelompok itu Villa Winarsih kini terasa seperti organisme hidup yang sedang mencerna mereka perlahan Bau anyir darah kambing yang dibawa Danu dan Bagus dari selatan masih tertinggal di lantai bercampur dengan aroma minyak tanah dan pengapnya kayu tuaIntan yang sejak tadi hanya bisa menangis di pelukan Murni mencoba berdiri untuk mengambil air minum Kakinya gemetar Langkahnya gontai saat melewati lorong gelap menuju