Cuplikan Chapter ini
Malam itu angin pegunungan bertiup cukup kencang membelai lembut atap-atap kayu Pondok Pesantren Al-Iklas Keheningan sepertiga malam pecah ketika suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar di sepanjang koridor menuju ndalem Di dalam kamar utama lampu gantung memancarkan cahaya kekuningan yang hangat namun menyelimuti suasana tegang Ayun sedang berjuang di atas ranjang kayu peluh membasahi dahi dan pelipisnya sementara Nyai Zubaidah beserta bidan desa berupaya keras memberikan pertolong