Cuplikan Chapter ini
Embun pagi masih menetes dari ujung-ujung daun mangga di halaman utama Pondok Pesantren Al-Ihsan ketika suara gemercik air wudu dari keran-keran masjid berpadu dengan langkah kaki para santri yang berbondong-bondong menunaikan salat Subuh berjemaah Langit di ufuk timur perlahan berubah dari warna kelam malam menjadi semburat jingga keemasan yang menyejukkan mata Di dalam masjid berarsitektur kayu jati klasik itu saf-saf salat tersusun rapi dipimpin langsung oleh Kyai Haji Burhanuddin yang