Cuplikan Chapter ini
Langit sore di atas tanah pedesaan Blitar menggantung rendah memancarkan warna jingga kelabu yang memantul di genangan air sisa hujan semalam Di bawah naungan langit itu Hidayat berdiri terpaku di depan sebuah gerbang kayu jati raksasa yang tampak kokoh termakan usia Ukiran kaligrafi Arab kuno di atas kusen pintu gerbang tersebut mulai memudar namun wibawanya tetap memancar kuat menyambut siapa saja dengan keteduhan sekaligus ketegasan yang tak terbantahkanDi pundaknya sebuah tas rans