Cuplikan Chapter ini
Matahari sore di Pondok Pesantren Al-Hidayah memancarkan cahaya keemasan yang redup menciptakan bayangan panjang di atas pelataran masjid yang bersih Angin sepoi-sepoi berhembus pelan membawa aroma dupa dari ndalem dan kesegaran rerumputan Hidayat dengan sarung berwarna gelap dan kemeja koko putih yang bersih sedang duduk di bawah pohon trembesi tua Di tangannya sebuah kitab Al-Hikam terbuka namun pikirannya melayang jauh Ia sedang menikmati ketenangan yang selama ini ia bangun deng