Cuplikan Chapter ini
Angin pagi di Pondok Pesantren Al-Hikmah berhembus pelan membawa aroma basah sisa embun yang menempel di pucuk-pucuk daun mangga di halaman ndalem Di teras belakang Ayun berdiri menatap hamparan sawah hijau yang membentang luas di luar tembok pondok Suasana terasa begitu hening menyisakan ruang bagi pikirannya untuk melayang pada kejadian-kejadian dalam beberapa bulan terakhir Badai fitnah dan kecemburuan yang sempat menghantam kini telah mereda menyisakan ketenangan yang menyejukkan j