Cuplikan Chapter ini
Matahari sore baru saja menyemburkan bias jingga keemasan di balik barisan atap bangunan pesantren memantul lembut pada kaca-kaca jendela ruang tamu kediaman utama pengasuh yang tenang Suasana di sekitar dalem terasa begitu khidmat diiringi oleh suara desau angin yang mengayun-ayun dahan pohon mangga di halamanHidayat duduk bersimpuh di atas permadani wol berwarna hijau tua mengenakan baju koko putih bersih dan peci hitam yang dirapikannya berulang kali Telapak tangannya terasa sedikit