Cuplikan Chapter ini
Sore itu bias cahaya matahari keemasan merayap pelan menembus celah-celah jendela kayu jati di ruang utama ndalem Pondok Pesantren Al-Hidayah Suasana di dalam ruangan terasa begitu khidmat dan sakral diwarnai oleh aroma wangi gaharu yang dibakar lembut di sudut ruangan Di kursi sofa panjang berukir klasik duduklah Hidayat dengan mengenakan jubah putih bersih yang dibalut jas hitam formal serta peci hitam beludru di kepalanya Sorot matanya memancarkan ketenangan batin yang luar biasa set