Cuplikan Chapter ini
Langit sore di atas Pondok Pesantren Al-Hidayah berwarna jingga keemasan memantul indah di permukaan kolam ikan depan ndalem Udara terasa lebih sejuk dari biasanya seolah semesta ikut merayakan detik-detik yang dinanti oleh dua hati yang selama ini hanya bisa saling mengagumi dari kejauhan Di ruang tamu ndalem yang megah namun sederhana aroma kayu gaharu yang dibakar di sudut ruangan menciptakan suasana yang khidmat dan syahdu Hidayat duduk bersimpuh di atas permadani Persia mengenakan