Cuplikan Chapter ini
Malam merangkak perlahan di atas gugusan atap bangunan pesantren yang diselimuti kabut tipis pegunungan Keheningan pekat menyelimuti setiap sudut kamar asrama menyisakan derik jangkrik dan suara desau angin malam yang menyejukkan Di dalam sebuah kamar asrama santri putra Hidayat terbangun dari tidurnya tepat ketika jarum jam dinding menunjukkan pukul dua pagiTanpa suara ia bangkit dari kasur lantai tipisnya mengambil handuk kecil lalu berjalan menuju tempat wudu terbuka di dekat taman