Cuplikan Chapter ini
Sore hari di teras belakang kompleks pesantren menghadirkan panorama alam yang menyejukkan mata Dari tempat itu hamparan sawah hijau milik warga desa membentang luas hingga ke kaki bukit yang diselimuti kabut tipis Angin pegunungan berhembus pelan membawa aroma khas tanah basah dan dedaunan yang bergesekan Di atas sebuah amben bambu tua yang beralaskan tikar pandan Hidayat duduk bersila sambil menyeruput teh hangat dari cangkir seng berkarat di bagian pinggirnyaDi hadapannya duduk Kang