Cuplikan Chapter ini
Pukul 1100 WIB Matahari siang di penghujung musim kemarau bersinar terik membakar permukaan tanah berbatu di dusun sebelah timur Pondok Pesantren Al-Fanan dengan panas yang menyengat ubun-ubun Debu-debu halus beterbangan setiap kali angin kemarau berhembus pelan menyapu halaman rumah-rumah panggung penduduk yang tampak lengang Suasana siang hari menjelang waktu zuhur ini terasa begitu senyap seolah penduduk dusun sengaja bersembunyi di dalam rumah untuk menghindari sengatan panas mataha