Cuplikan Chapter ini
Pukul delapan malam baru saja berdetak ketika suara lonceng asrama bergema pelan memecah keheningan kompleks pesantren yang dikelilingi oleh barisan pohon kelapa dan angin malam pegunungan Di sebuah kamar asrama sederhana berukuran tiga kali empat meter Bara duduk bersila di atas tikar pandan tipis yang beralaskan lantai semen dingin Cahaya pelita minyak di atas meja kayu berkedip-kedip lemah melemparkan bayangan panjang yang menari di dinding kapur yang mulai mengelupasUdara malam di s