Cuplikan Chapter ini
Pukul menunjukkan tepat pukul satu siang ketika terik matahari musim kemarau menghujam keras ke bumi Desa Cipta Rasa memantulkan pijar panas di atas atap seng balai pertemuan desa Udara di luar terasa pengap dan membakar kulit sementara bayangan pepohonan kelapa menyusut ke bawah batang akibat posisi matahari yang berada nyaris tepat di atas kepala Di dalam ruangan balai pertemuan yang terbuka tanpa dinding penyekat sejumlah petani paruh baya duduk berkerumun dengan wajah kusut dan penuh