Cuplikan Chapter ini
Pukul 1130 WIB Terik matahari siang di penghujung musim kemarau membakar ubun-ubun warga Desa Sukamaju dengan sengatan yang begitu kejam memantulkan gelombang panas dari jalanan aspal dan halaman balai warga yang berdebu Udara di sekitar pusat desa terasa pengap nyaris tanpa hembusan angin seolah-olah alam sendiri sedang menahan napas menyaksikan ketegangan sosial yang mencapai puncaknya hari itu Di teras balai warga puluhan orang berkerumun dalam kelompok-kelompok kecil saling berbi