Cuplikan Chapter ini
Pukul setengah tujuh pagi kabut tipis yang sejak subuh menyelimuti lereng bukit Desa Cipta Rasa perlahan-lahan terangkat tersapu oleh bias cahaya matahari keemasan yang hangat dan menenangkan Suasana pagi hari itu terasa begitu kontras dengan badai emosional dan air mata yang tumpah di kamar Bara pada tengah malam buta sebelumnya Udara segar berhembus lembut membawa aroma daun basah dan tanah subur yang membangkitkan kembali semangat hidup Di teras belakang perpustakaan pesantren yang m