Cuplikan Chapter ini
Pukul sepuluh kurang seperempat malam baru saja berdetak ketika dengung suara santri yang mengaji di surau utama berangsur-angsur lenyap diserap oleh keheningan malam yang meliputi kompleks pesantren Udara malam yang sejuk dari lereng bukit merayap masuk melalui jendela kamar asrama yang dibiarkan sedikit terbuka membawa aroma khas dedaunan basah dan tanah pegunungan Di kamarnya yang sederhana Bara duduk bersila di atas tikar pandan beralaskan lantai semen Cahaya pelita minyak kecil di