Cuplikan Chapter ini
Mentari pagi memancarkan bias keemasan yang menembus celah-celah jendela kaca rumah tua bergaya kolonial milik keluarga Adhikari menghangatkan lantai kayu jati yang mengilap bersih Tidak ada lagi sisa-sisa ketegangan atau bayang-bayang dingin yang dulu sempat membekukan setiap sudut ruangan megah tersebut Udara pagi berhembus lembut membawa aroma khas tanah basah dan harumnya melati dari halaman belakang berpadu sempurna dengan semerbak kopi hitam yang mengepul dari dapur Rumah ini tidak