Cuplikan Chapter ini
Langit sore di luar jendela kaca ruang tamu tampak jingga terbakar kontras dengan kesejukan AC yang mendesir pelan di dalam rumah mewah berlantai marmer itu Aroma kopi hitam yang masih mengepul tipis bercampur dengan bau kertas arsip kantor milik Ayah menciptakan atmosfer formal yang selalu berhasil membuat Ghina merasa kecil dan terintimidasi setiap kali ia menginjakkan kaki di ruangan utama tersebutAyah duduk tegak di sofa kulit berwarna cokelat tua kedua tangannya saling bertumpu di a