Cuplikan Chapter ini
Udara malam di ruang tengah rumah keluarga Arkan terasa membeku Lampu gantung bersinar remang memantulkan bayangan empat insan yang duduk melingkar di atas karpet tebal Arman dan Fajar dua remaja yang selama bertahun-tahun memilih diam kini duduk berdampingan dengan jemari yang saling bertaut erat Di hadapan mereka Arkan dan Dita menatap dengan dada bergemuruh menantikan bom waktu yang akhirnya meledak malam iniKami tidak pernah benar-benar merasa memiliki rumah ini Om Tante bis