Cuplikan Chapter ini
Malam itu jam dinding antik di sudut ruangan menunjukkan pukul sembilan lewat sepuluh menit Suasana di dalam rumah Arkan terasa jauh lebih senyap dari biasanya menyisakan deru halus pendingin ruangan dan suara detik jam yang berdetak monoton Arkan melangkah pelan memasuki ruang tamu setelah menghabiskan waktu berjam-jam berkutat dengan tumpukan dokumen kantor di ruang kerjanya Punggungnya terasa kaku dan pikirannya masih melayang pada rentetan target perusahaan yang menuntut penyelesaia